Keputusan besar diambil Activision menyusul performa Call of Duty: Black Ops 7 yang dinilai kurang memuaskan. Tidak hanya menuai kritik dari penggemar terkait kualitas mode Campaign, jumlah pemain aktifnya pun tercatat berada di bawah beberapa pesaing utama seperti Battlefield 6 dan ARC Raiders. Kondisi ini mendorong Activision untuk mengevaluasi strategi rilis franchise Call of Duty ke depannya.
Rilis Sub Franchise Berurutan Tak Lagi Diterapkan
Melalui pengumuman di blog resmi Call of Duty, Activision memastikan bahwa mereka tidak akan lagi merilis judul dari sub franchise yang sama secara berurutan. Pola seperti Modern Warfare 2 (2022) ke Modern Warfare 3 (2023), lalu Black Ops 6 (2024) yang langsung disusul Black Ops 7, kini resmi ditinggalkan.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah kejenuhan pemain dan memberi ruang bagi setiap seri untuk tampil lebih segar serta matang secara konsep.
Baca Juga:
Bocoran Pokémon Gen 10 Ungkap Wind & Waves
Oleh:
Komunitas Sudah Lama Menyuarakan Kekhawatiran
Sebenarnya, keputusan ini bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan. Selama beberapa tahun terakhir, komunitas Call of Duty kerap menyuarakan kritik terhadap pola rilis beruntun dengan tema serupa. Pada era sebelumnya, Activision dikenal memberi jeda antar sub franchise.
Sebagai contoh, Call of Duty WWII (2017) disusul oleh Black Ops 4 (2018), lalu dilanjutkan dengan Modern Warfare (2019). Variasi tema tersebut dinilai efektif menjaga antusiasme pemain sekaligus mencegah kelelahan konten.
Activision Akui Tak Selalu Penuhi Ekspektasi Pemain
Dalam pernyataan resminya, Activision juga mengakui bahwa Call of Duty tidak selalu berhasil memenuhi harapan sebagian pemain dalam beberapa rilis terakhir. Oleh karena itu, masukan dari komunitas kini menjadi fokus utama dalam pengembangan seri-seri mendatang.Permainan Kini Hadir Di Indocair Dengan Depo 5k
Pihak publisher menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih berkualitas dan relevan dengan keinginan gamer.
Rilis Tahunan Tetap Dipertahankan
Meski menghentikan rilis beruntun sub franchise yang sama, Activision memastikan satu hal penting tetap berjalan: Call of Duty akan tetap dirilis setiap tahun. Bedanya, setiap judul ke depan dijanjikan membawa pengalaman yang benar-benar unik, baik dari sisi tema, gameplay, maupun pendekatan naratif.
Detail mengenai roadmap jangka panjang memang belum diungkap, namun Activision menekankan bahwa perubahan strategi ini merupakan bagian dari pembangunan “era baru” Call of Duty.
Masa Depan Call of Duty Diklaim Tetap Kuat
Activision menutup pengumumannya dengan optimisme. Mereka menyebut masa depan Call of Duty masih sangat menjanjikan, didukung oleh talenta-talenta besar di dalam tim pengembangnya. Berbagai kejutan juga diklaim tengah dipersiapkan untuk membawa franchise ini ke level berikutnya.
Dengan langkah ini, publik kini menantikan apakah perubahan strategi tersebut benar-benar mampu mengembalikan kepercayaan dan antusiasme pemain setia Call of Duty di tahun-tahun mendatang.
